Surabaya, jatimsport.com – Ada strategi baru yang sedang disiapkan KONI Jawa Timur untuk mengejar target besar di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) Bela Diri II 2026 di Sulawesi Utara. Bukan sekadar latihan biasa, kali ini pembinaan atlet bakal memakai sistem visual coaching yang digadang-gadang membuat program latihan lebih terukur dan terarah.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya serius KONI Jatim untuk meningkatkan performa atlet sejak tahap persiapan. Sistem visual coaching dikembangkan melalui kerja sama dengan Universitas Negeri Surabaya (Unesa) dan akan digunakan sebagai panduan bagi para pelatih cabang olahraga (cabor) dalam menyusun program latihan.
Baca Juga: Tarung Derajat Masuk PON 2028, Kodrat Jatim: 5-6 Emas Bisa Juara Umum
Ketua KONI Jawa Timur, Muhammad Nabil, mengatakan visual coaching dirancang untuk membantu pelatih merancang program latihan yang jelas, terstruktur, serta dapat dipantau secara sistematis.
“Visual coaching ini memberikan gambaran umum mengenai program latihan yang bisa menjadi panduan pelatih. Program tersebut juga harus dimasukkan ke dalam sistem agar dapat dipantau dan dievaluasi,” kata Nabil.
Melalui sistem ini, setiap pelatih wajib menyusun program latihan atlet. Program tersebut nantinya akan didampingi oleh tim Badan Pelaksana (Bapel) Pusat Latihan Daerah (Puslatda) KONI Jatim bersama Badan Sport Science (BSS).
Pendampingan ini dilakukan agar metode latihan tetap terarah dan memiliki standar yang sama, meskipun berasal dari cabor berbeda.
“Nanti kami akan memberikan masukan dan arahan. Bahkan juga ada kunjungan untuk memastikan program latihan berjalan sesuai rencana,” jelasnya.
Baca Juga: KONI Jatim dan Jepang Jajaki Kerja Sama Olahraga, Atlet Jatim Dibidik Naik Level
Nabil menjelaskan, program latihan yang disusun pelatih nantinya terbagi menjadi dua bagian utama. Pertama adalah program latihan umum yang menjadi dasar pembinaan atlet. Kedua adalah program latihan khusus yang disesuaikan dengan kondisi, kebutuhan, dan target masing-masing atlet.
Setelah Lebaran, KONI Jatim juga akan memanggil para pelatih untuk mempresentasikan rancangan program latihan tersebut. Tim Bapel Puslatda dan BSS akan menelaah serta mengevaluasi program yang diajukan agar benar-benar efektif meningkatkan performa atlet.
“Tujuan kita jelas, mendapatkan medali sebanyak-banyaknya. Karena itu setiap atlet harus memiliki target yang terukur,” tegas Nabil.
Lebih dari sekadar persiapan PON Bela Diri 2026, sistem visual coaching ini juga diproyeksikan menjadi bagian dari strategi pembinaan jangka panjang olahraga Jawa Timur.
Baca Juga: Gak Mau Atlet Jatim 'Tumbang', KONI Jatim Punya 'Bodyguard' Khusus Cedera
Salah satu target berikutnya adalah Babak Kualifikasi PON 2028 yang akan menjadi pintu masuk bagi atlet menuju PON 2028.
“Puslatda rencananya mulai berjalan pada April. Dari situ kita mulai menyusun tahapan, mulai dari mengikuti event, BK PON, hingga tampil di PON yang sebenarnya,” pungkasnya.
Dengan sistem visual coaching berbasis sport science ini, KONI Jatim berharap proses pembinaan atlet menjadi lebih sistematis—dan pada akhirnya membuka peluang lebih besar untuk membawa pulang medali di panggung olahraga nasional. (*)
Editor : Key