Kabar Gembira! Fix Tampil di PON 2028, PSI Jatim Langsung Gas Susun Strategi dari Sekarang

Reporter : Nto
Ketua PSI Jawa Timur, Syaiful Ma’arif (tengah) bersama Ketua Umum KONI Jawa timur Muhammad Nabil (kiri) saat bertemu membahas kesiapan cabor squash menyambut PON 2028 mendatang. (jatimsport.com/KONI Jatim)

Surabaya, jatimsport.com – Kepastian squash tampil di PON XXII 2028 langsung memicu gerak cepat Pengurus Provinsi Persatuan Squash Seluruh Indonesia (Pengprov PSI) Jawa Timur yang kini mulai menyiapkan strategi sejak dini. Di balik kabar ini, ada dampak besar dari keputusan level dunia—yakni masuknya squash ke Olimpiade Los Angeles 2028—yang mengangkat status cabang ini dan membuka kembali peluang tampil di ajang olahraga nasional.

Ketua PSI Jawa Timur, Syaiful Ma’arif, memastikan kepastian tersebut diperoleh setelah audiensi dengan KONI Pusat.

Baca juga: KONI Jatim Punya Jurus Baru, Sistem Visual Coaching Disebut Bisa Dongkrak Prestasi Atlet

"Alhamdulillah, hasil audiensi dengan KONI Pusat menyatakan bahwa pada PON XXII 2028, salah satu cabang olahraga yang dipertandingkan adalah squash," ujarnya saat ditemui di Gedung KONI Jawa Timur, Selasa (31/3/2026).

PSI Jatim tak ingin momentum ini sia-sia. Fokus utama diarahkan pada pembinaan jangka panjang dan regenerasi atlet. Selain mempertahankan dua atlet peraih medali perak di PON 2024, mereka mulai menggelar kejuaraan rutin untuk menjaring bibit baru. Langkah ini penting agar atlet muda bisa mendapatkan pengalaman kompetitif sejak dini, sekaligus membangun kedisiplinan dan mental juara yang kuat.

Di sisi fasilitas, PSI Jatim menghadapi tantangan klasik berupa keterbatasan lapangan squash. Untuk itu, mereka menjalin kerja sama dengan Universitas Negeri Surabaya yang memiliki sarana olahraga memadai. Rencana ini termasuk penyediaan pusat latihan yang representatif, sekaligus menjadi tempat penggemblengan atlet agar siap bersaing di level nasional.

Baca juga: KONI Jatim dan Jepang Jajaki Kerja Sama Olahraga, Atlet Jatim Dibidik Naik Level

Dari sisi dukungan, Ketua KONI Jawa Timur, Muhammad Nabil, meminta persiapan dilakukan secara menyeluruh dan terukur sejak awal. Hal ini menegaskan bahwa target Jatim bukan sekadar ikut tampil, tetapi benar-benar siap bersaing di semua nomor.

"Saya berharap kita bisa mengikuti semua nomor pertandingan. Jika ada tujuh nomor, sebisa mungkin diikuti semuanya. Apalagi waktunya masih cukup panjang menuju 2028," tegasnya.

Persoalan fasilitas yang selama ini menjadi kendala juga mulai dicarikan solusi. PSI Jatim menjajaki kerja sama dengan Universitas Negeri Surabaya untuk penyediaan lapangan sekaligus pusat pembinaan atlet yang lebih representatif.

Baca juga: KONI Jatim dan Jepang Jajaki Kerja Sama Olahraga, Atlet Jatim Dibidik Naik Level

Dengan waktu persiapan yang masih panjang, pembinaan dilakukan secara bertahap melalui kompetisi rutin, penguatan infrastruktur, dan pemetaan kekuatan lawan. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing atlet Jawa Timur di semua nomor pertandingan.

Kini, squash tak lagi dipandang sebagai cabang pelengkap. Di balik persiapan yang mulai dipercepat, tersimpan target besar menjadikannya sebagai salah satu kekuatan baru yang berpotensi memberi kejutan pada PON 2028. (*)

Editor : Key

Trending Minggu Ini
Berita Terbaru